22
Jun

Tinta Ungu

Hari ini masyarakat Jawa Tengah melaksanakan pesta demokasi (pemilu) untuk memilih gubernur dan wakil gubernur dikarenakan gubernur yang menjabat sebelumnya diangkat menjadi menteri dalam negeri atau lebih kerennya dengan nama pilgub. Kalo di tempatku diadakan di pos kamling RT 03 untuk seluruh yang tergabung dalam RW XVII.

Kalo dari hasil yang saya temui dengan beberapa orang yang ada di linkungan sekitar banyak yang tidak tahu kalo hari ini ada coblosan (kurangnya sosialisasi mungkin), banyak juga yang males coz hari minggu mendingan pergi, ada juga yang males karena calonnya gak ada yang bagus, dan lain sebagainya. Setelah melakukkan pencoblosan maka akan mendapatkan tinta ungu pada jari kelingkingnya sebagai tanda bahwa dia sudah mencoblos (agar tidak bisa mencoblos lagi)

Kalo diriku …. juga tidak berangkat karena masalah prinsip. Ada yang mengatakan kepadaku ” Golput adalah cara cara Pengecut yang ” MEMIMPIKAN ” perubahan dan kesejahteraan Rakyat. tetapi tidak mau ikut partisipasi dalam sistem yang saat ini di lakukan…” sebenarnya masalahnya bukan terletak pada nyoblos ato gak nyoblos.

Mungkin ada sedikit cerita, orang masuk surga atau neraka karena seekor lalat Ada 2 orang yang sedang melewati suatu daerah kemudian di hadang oleh suatu kelompok kemudian di berikan 2 pilihan kepada orang tersebut. Yang pertama silahkan memberikan persembahan apa saja kepada sesembahan kami dan diperbolehkan melewati daerah tersebut dan pilihan yang kedua jika tidak mau maka akan di bunuh. Orang yang pertama bingung karena dia tidak membawa apapun yang bisa digunakan sebagai kurban untuk sesembahan kelompok yang menghadangnya tersebut. Akhirnya dia menangkap lalat dan kemudian dijadikan persembahan kepada sesembahan kelompok tersebut dan orang tersebut dbiarkan lewat. Sedangkan orang ke dua lebih baik saya mati dari pada harus memberikan sesembahan kepada berhala tersebut. Akhirnya orang tersebut dibunuh oleh kelompok tersebut. Dari kisah tersebut orang pertama mendapatkan neraka hanya di karenakan seekor lalat sedangkan orang yang ke dua dimasukkan ke dalam surga dikarenakan perbuatannya tersebut. Intinya di sini bukanlah karena lalat orang tersebut masuk neraka atau surga akan tetapi karena hal yang lain.

Begitu pula dengan pemilu, intinya bukan terletak pada nyoblos atau golput tapi lebih dari pada itu. ”Janganlah melakukkan sesuatu yang kamu tidak ada ilmu atasnya, karena mata, pendengaran dan hati akan di mintai pertanggungjawaban”.

Dan ternyata ada setelah ashar, magrib, isya orang-orang yang kutemui di sekitar kebanyakan tidak terdapat celupan tinta ungu di jarinya, aku kurang tahu apakah mereka memiliki alasan yang sama denganku kenapa mereka tidak ikut mencelupkan jari mereka untuk di lumasi tinta ungu. Yang pasti setiap amalan akan bergantung pada niatnya. Dan yang mengetahui niat seseorang hanyalah orang tersebut dan Yang Menciptakan Manusia.

12
Jun

Back to Masjid, back to Basic

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Mahasiswa Islam heroik memakmurkan kampus dan jalanan. Namun di masjid, mereka seakan orang asing yang tak kenal dan dikenali saudaranya. Eksekutif muda memenuhi relung-relung dunia. Mereka emilih hotel-hotel berbintang atau rumah megah, atau villa mewah sebagai habitat, bahkan saat beribadah atau mengkaji Islam.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Menjamurnya sekian partai-partai Islam tidak menyentuh kehidupannya. Para kader dakwah tersedot sidang-sidang rekayasa sosial politik. Majelis-majelis dzikir dan ilmu kian jauh tertinggalkan. Tersisa hanya beberapa bapak tua yang setia menghitung hidupnya.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Syiar Islam berpndah ke sekretariat-sekretariat, mal-mal, dan cafe-cafe. Masjid seolah sekedar tempat berteduh, tidur, dan mandi para musafir. Ia menjadi kuno dan di biarkan berwajah suram, kuyu dan terlantar.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Laksana tubuh, jantung masyarakat kian kritis. Dan -naudzubillah- gema adzan semakin berangsur sunyi …

Sumber : BKPRMI DEPOK

09
Jun

Sesuatu yang Tak Terduga

Kemaren malem merupakan hari yang tak diduga-duga. Berawal dari telpon Pak RT yang mengingatkan bahwasannya ada acara RW untuk Peringatan 17 Agustus 2008 (memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-63). Dari pihak remaja RT-ku ada 5 orang : Aku, Mbak Lian, Rissa, Ike, Danang. kebetulan 2 orang (Mbak Lian, Danang) sedang berhalangan hadir.

Pertemuan tersebut adalah untuk pembentukan panitia untuk persiapan HUT RI ke 63. Dan ternyata dari pihak RW menyerahkan pada karang taruna seluruhnya. Pembentukan panitia dengan pemilihan ketua. Ada 4 kandidat yang dicalonkan dari masing-masing RT. Kebetulan dari RT 02 yang diajukan adalah diriku soalnya diriku satu2nya perwakilan cowok dari RT yang dateng. Pemilihan dilakukan seperti yang biasa dilakukan di Indonesia (voting).

Setelah selesai maka dihitung suaranya. Dari RT 01 mendapat 2 suara, diriku mendapatkan 10 suara, RT mendapatkan 8 suara, RT 04 mendapatkan 6 suara. Jadi secara tidak terduga dan di sangka diriku yang menjadi ketua untuk panitia peringatan HUT RI ke 63 RW XVII Mojosongo. Waaaaaaaaaaa …. karena terlalu banyaknya kerjaan yang sedang ada pada diriku aku mengajukan untuk lukir jadi yang lain saja (soalnya dari awal aku pengennya jadi dokumentasi aja), tapi tidak boleh sama pak RW soalnya udah menjadi keputusan bersama. Akhirnya dengan seadanya kuterima keputusan untuk jadi ketua tersebut.

Langsung pada saat itu juga di bagi seksi-seksi. Diantaranya ada seksi olahraga yang job desk-nya lebih ke arah action (pengumpulan massa) untuk olah raga bareng, ex: jalan sehat, senam bareng, dll. Seksi lomba job desk-nya mengurusi semua masalah lomba mulai dari pendaftaran peserta hingga hadiah, jenis lomba, waktu pelaksanaan dll. Seksi acara yang mengurusi acara ini dari peringatan HUT RI ini yaitu acara pada malam tirakatan (malam tanggal 17) mengurusi segalanya mulai dari acara mulai hingga berakhir, mengurusi mengenai konsep penyajian acara, siapa saja pengisi, siapa saja yang harus di hubungi, dll. Seksi dekorasi dan dokumentasi yaitu mengurusi tentang dekorasi panggung dan juga pengenai publikasi dan dokumentasi setiap acara. Seksi Pembantu Umum job desk-nya lebih ke arah penyediaan perangkat yang menunjang kegiatan dan lebih dibutuhkan tenaga. Seksi konsumsi seperti namanya mengurusi tentang ketersediaan makanan pada masing-masing acara. Seksi PPPK mengurusi mengenai kesehatan selama kegiatan berlangsung. Kemudian posting orang-orang di tiap2 seksi (dibuat tersebar merata/masing-masing perwakilan RT ada di tiap seksi)

Setelah selesai semuanya maka pertemuan ditutup. Dan diriku berpesan kepada semua rekan-rekan, Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan, dan setiap pengorbanan pasti membutuhkan korban. Dan sekarang korban-nya adalah kita-kita ini (korban waktu, tenaga, dll) jadi jangan sampai pengorbanan yang telah kita lakukan ini berakhir dengan sia-sia. Kerjakan dengan baik dan jadikan moment ini menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan oleh penerus berikutnya.

19
May

Pernikahan Ataukah Reunian?

Sabtu, 17 Mei 2008
Temenku SMU Deni Lupuz mengedakan resepsi yang diadakan di Gedung Graha Wisata Niaga Lantai 1 (jalan Slamet Riyadi Solo). Yang dateng cukup banyak. Deni sendiri dulu sempat satu kelas dengan diriku waktu SMU di kelas 2.4 satu genk PKMC (Pojok Kiwo Mburi Children). Tentu saja anggota genk yang lain juga pada kumpul. Ada Iwan, Nyong, Ucrit, Anton, dll. Iwan yang anaknya guru Matematika waktu SMU sekarang dah jadi boz (ditandai pake dasi ama HP 9300 yang biasanya di pake boz), Nyong ama Ucrit keduanya sama-sama terdampar di luar pulau jawa karena dapet jatah dines (lulusan STAN boo) di sana. Anton kalo yang satu ini selalu lengket ama pacarnya …. Katanya gak ganti2 sejak dari SMU dulu. Sekarang orangnya jadi boz di IO yang di bikin sendiri. Ada 3 kemaren (yang ketemu) cewek mantan kelas 2.4 yang dulu sempet sekelas selama setahun wah lupa aku namanya … soalnya diriku susah kalo suruh mengingat-ingat nama cewek.

Selain nyobain makanan yang di sajikan di pesta digunakan juga untuk ngobrol2 bareng ama temen2 yang udah sekian tahun tidak bertemu. Yah mulai dari sekarang dimana, ama siapa, kapan kawin, dll dimulai dengan pertanyaan2 standard. Yah lumayan juga untuk pernikahan yang ini soalnya bisa juga di anggap sebagai reuni kecil bagi kelas 2.4 bertemu dengan beberapa orang yang dulunya kelas 2. 4 ikut nimbrung.

Ahad, 18 Mei 2008
Kalau yang ini nikahnya temenku sesama STT seangkatan. Yang cowok temen genk dulu namanya Marithu, pernah dapet jatah ngerjain proyek bareng cuman sekali. Yang perempuan tetangga kota (Sukoharjo) namanya Erna. Jadi temen-temen yang dateng pun bisa di tebak, tentu saja temen-temen seangkatan. Jauh jauh pada dateng ada yang dari Jakarta, Bandung, bahkan Kalimantan (soalnye yang mempelai lelaki dari Kalimantan). Temen se-kost Istana Perdjoeangan-pun ikut dateng (Pakde Mahfud ama Yuni) yang gak ketemu (g03n ama mbah Upix). Tak jauh beda dengan hari kemaren apa yang dibicarakan.

Diantara 2 hari itu ada persamaan yaitu sama-sama dateng di undangan pernikahan, sama-sama cuman jadi tamu, sama-sama ketemu dengan orang yang udah lama tidak ketemu (jadi hampir mirip reuni)

14
May

Kabut Tebal Dalam Kantor

Kebakaran? Ato berlatih kagebunshin no jutsu-nya naruto?

Pagi hari aku kumpulkan koran bekas dan kusiapkan gunting ama pelster bening (pinjem dari tetangga). Segera ku buat prakarya nutupin seluruh barang mulai dari TV ampe rak buku dengan koran bekas. Emang mo pindahan? Bukan soalnya ada penyemprotan nyamuk demam berdarah di kantor.

Dalam 2 pekan terakhir di lingkungan sekitar banyak yang terkena DBD ada yang sekeluarga kena 2 (anak ama emaknye) kebanyakan yang kena adalah anak SD. akhirnya pada rame-rame ke kelurahan minta di semprot. Alhasil proposal dah di setujuin dan akhirnya harus buat prakarya juga deh (begini nih nasib kantor yang berada di kawasan perumahan).

Semprot-semprot-semprot … seluruh ruangan kantor kera semprot semua. Ruang komputer, ruang tamu, ruang server smuanya tak luput dari tembakan obat nyamuk level tinggi itu (untung dah di buntel koran). Hingga jarak pandang cuman 1/2 meter. Akhirnya keluar semua orang dan kantor ku kunci. Kutinggalkan kantor karena emang gak bisa ngapa-ngapain. Katanya suruh tunggu minimal 30 menit baru dibersihkan. Terpaksa di undur lagi jadwal buat kedjar tajang produk terbaru yang insya4JJI launching awal bulan Juni 2008. Doakan saja supaya bisa tepat waktu.

Setelah selesai nunggu akhirnya kabut tebal bisa hilang dan agenda selanjutnya adalah ngepel. Pel sana-pel sini soalnya lantainya licin. Banyak bangkai hewan bergelimpangan sana sini. Kecoak, semut, hingga laba-laba juga keok (klo orang keok gak ya?).

Setelah semuanya dibersihin ku cek semuanya OK, gak ada masalah. Oh ya lupa yang belum tak cek satu lagi … SERVER … gimana nih? Padahal dah malem mana besok ada tamu dari Jogja ama Jakarta lagi … wadowwwwh

Mata dah capek, badan lemez akhirnya kuberikan jatah tubuhku untuk istirahat dan berharap setelah subuh esok dapat dilanjutkan lagi …

01
May

Turun Pangkat

Hari ini aku mulai dengan bangun jam 08.00, karena baru tidur habis subuh liat Champions League (Penguburan Impian Liverpool). Itupun karena ada temen jemput katanya suruh datang ke pernikahan adeknya temenku dan suruh jadi sinoman (tukang angkut2 makanan) karena kurang orang. Padahal hari-hari sebelumnya saya dapet undangan untuk acara yang sama dengan status sebagai tamu. Yah akhirnya aku jadi sinoman (gagal rencanaku jadi tamu …. :’( ).

Sebelumnya saya dah bilang ama calon pengantin kalo aku cuman di undang sebagai sinoman …. mending ngerjain proyekku. Tapi karena ada yang ngampiri untuk jadi sinoman dengan alasan kurang personel … yah segera berubah deh … akhirnya berangkat dengan baju biasa (yang pantes buat sinoman) dan kutinggalkan baju batik yang sudah kusiapkan semalam sebelumnya. Bye-bye batik …..

Di tempat tersebut yah selayaknya atasan dan bawahan lah. Kuberikan sesuai dengan porsiku saat itu (yaitu cuman sebagai sinoman). Kalo di ambil baeknya ya. Aku jadi deket lagi dengan teman2 yang mungkin dah lama gak kumpul ketemu ato jarang-jarang ketemu karena perbedaan aktifitas.

Buat penganten maap gak bisa dateng di acara pernikahannya sebagai tamu. Terlepas dari itu semua ku berdoa kepada kedua pasang mempelai semoga diberikan anak yang banyak dan diberikan keturunan yang baik. Barakallahu laka wa baraka ‘alayka, wa jama’a bainakuma fii khair

30
Apr

Anak Kecil Itu ….

Ketika hujan mengguyur di sebelah utara kota bengawan di sore hari. Aku langkahkan kakiku untuk memenuhi kewajibanku juga sebaagai bekal investasi akhir. Dengan payung berukuran sedang kugunakan untuk menahan hembusan angin disertai air yang turun dari langit kulangkahkan kakiku dengan tak lupa mencincing celanaku (biar gak basah bro). Di tengah perjalanan di penggir jalan tampak ada dua orang anak kecil yang sedang berteduh di depan garasi sebuah kantor. Sang kakak seorang perempuan berumur sekitar 9-10 tahun (sekitar umuran anak kelas 4 SD) dan adik lelaki yang berumur sekitar 6 tahunan (sekitar kelas 1 SD).

Anak tersebut tak samperin soalnya kenal. Aku bilang : “dik, mau kemana?” Kakak menjawab : “dari TPA mau pulang kak”. “Rumahnya di mana?”, balasku. “Di situ Malabar Tengah”, balas kakak. Jarak tempat berteduh dengan rumahnya mungkin tidak sampai 200M, dia bawa payung yang berukuran besar (lebih besar dari payung yang ku bawa yah … kalo untuk berdua anak kecil bisa di katakan cukuplah). Kemudian aku bertanya lagi : “Gak pulang?”. Kakak menjawab : “Nunggu hujan reda … “. dalam hati aku berfikir, bukannya ni anak bawa payung yang besar aku pikir mungkin gak berani pulang sendiri. Coba ku tawarkan untuk pulang bareng tak anter sekalian bareng ama aku soalnya rumahnya sejalan dengan arah yang ku tuju. Kakak menolak dengan halus, “Tidak kak terimakasih, pesen ibu kalo hujan berteduh saja”. Aku berkata : “Gak papa bareng kan searah”. Kakak menolak lagi : “Tidak terima kasih kak,kata ibu suruh berteduh saja kalau hujan”. Sungguh jawaban yang membuat aku merasa sangatsalut atas kakak beradik ini. Jawaban yang mungkin bagi sebagian orang merupakan terlalu aneh. Kalo menurutku susah cari orang yang seperti ini.

Taat! Mungkin itulah yang sebenarnya ingin ku nilai dari sosok anak kecil ini. Sangat susah sekarang ini mencari orang yang taat/patuh terutama untuk seorang wanita. Sekarang banyak wanita lebih mementingkan karir daripada urusan yang sebenarnya sudah menjadi urusan wanita. Bahkan ada yang sampai membantah suami yang seharusnya di patuhi hanya karena menginginkan kesamaan derajad antara wanita dan lelaki. Bahwasannya wanita boleh berkarir di luar rumah tidak harus di kekang di dalam rumah. Apakah sulit bagi wanita untuk patuh kepada suami? Kalo soal ini aku kurang tahu ya soalnya diriku kan lelaki tulen.

Ku berdoa semoga 4JJI mengistiqomahkan anak tersebut dalam ketaatannya dan semoga 4JJI memberikan kepadaku seorang pendamping yang taat kepada 4JJI, Rasulullah, dan kepada Suami. Amien

08
Apr

Soft Launching website www.commit.co.id

Setelah seminggu ngerjain website akhirnya bisa di launching juga website resmi perusahaan walau desainnya masih banyak yang harus di rubah (maklum gak bisa ngedesain). Tapi isinya dah cukup mewakili penjualan produk. CommIT Mitra Persada sendiri sudah berdiri sejak 2006 walau masih kebang kempis yah namanya perusahaan baru yang modalnya terbatas. Website ini di upload pada tanggal 08 April 2008 yang sudah di lengkapi fasilitas blog, kalkulator save yang di gunakan untuk perhitungan penurunan tagihan telepon perusahaan calon client yang ingin memasang produk baru kami, website ini juga bisa langsung digunakan untuk melakukkan pemesanan produk dengan mengisi form pemesanan baik untuk produk commit save, commit software yang telah di sediakan oleh perusahaan dan akan di tindak lanjuti oleh perusahaan. Bila ingin mengenal lebih dekat dengan produk kami bisa mengunjungi di website langsung atau dengan men-download proposal yang sudah kami sediakan link-nya di sini. Atau bisa melalui kontak kami.

08
Apr

Mengharukan, Menyenangkan, Melelahkan

Tak kusangka kemare tlah melawati 2 hari yang mengharukan, 2 hari yang menyenangkan dan tentu saja 2 hari yang melelahkan. Hari Minggu kakakku Melaksanakan ikatan yang suci yaitu sebuah perkawinan dapet orang cemani. Dalam undangan bertuliskan tinta emas tertulis Aynus Cholilawati, SE dengan H.Bambang Kistono,SH. acaranya berlangsung 2 kali yaitu ijabnya dilaksanakan pagi hari pukul 10 di rumah yang perempuan. Waktu ini aku jadi pengiring manten (yang bawa mahar-nya waktu serah terima). Acaranya sendiri berlangsung baek diucapkan cuman sekali langsung sah. (dah di hapalin sejak beberapa hari yang lalu soalnya). Trus selesai acara langsung pulang ke Klaten deuy (rumahnya babe). Sorenya berangkat lagi habis magrib. gak tahunya sampe di tempat resepsinya udah telat jadi langsung masuk aja. Kalo yang di sini kerjaanku adalah meyusun orang yang mau foto2 baren ama pengante. mulai dari bude, pakde, bulek, simbah, sama rekanan dari orang tua semuanya ngantri satu-satu. Imbasnya dapet makan cuman sedikit gak bisa ngobel :’( akhirnya sampe malem langsung pulang ke Solo sedangkan penganten pulang ke rumah pihak perempuan. Diakhiri dengan foto keluargaku dengan aku berdiri di posisi sebelah penganten … hihihi jadi pengen.

Di hari kedua ni pernikahannya temen dolan, temen ngobrol, temen ‘duel’. Maharani Ika Nurhayati, SP dengan Muhammad Ibrahim Setyautama, ST. Kalo yang ini acaranya di Bantul Jogjakarta. Dikarenakan sesuatu hal akhirnya aku berangkat bareng ama kakaknya temenku yang mo nikah ama calonnya adek perempuannya yang juga mo nyusul. Di tengah perjalanan tenyata diriku tertinggal jauh. soalnya dikirain masih di belakang jadi jalannya pelan2 eh waktu ku telpon ternyata dah sampe klaten kota padahal aku baru sampe daerah delanggu. (Capee deh …. ). Terpaksa harus ngebut sekuat tenaga. Hitung-hitung cobain motor metik (punya adek hehehe.. ) dan baru terkejar waktu mo masuk jogjakarta (jauh amat), ternyata waktu sampe sana datengnya paling duluan. Acaranya jam 10 tapi dah sampe jam 9 kurang karena terlampau kelaparan akhirnya nyoto dulu.

Kalo yang di sini di ulang satu kali soalnya ada yang bilang tidak sah. Ternyata kalo di pikir emang yang salah yang mo nikahin. yang mo nikahin ngomongnya pake qobiltu (pake yang bahasa arab), ni yang mo nikah sapa emangnya? akhirnya di ulang. Kesempatan yang kedua sukses dengan bangganya.

Waktu di sini nih (waktu acara makan2nya) ada orang tua mengeluarkan pernyataan tentang diriku, yang lebih parah lagi di share ama temen2 sebelahnya. Pada saat itu saya sudah menyangkal pernyataan tersebut. Tapi karena orang tua makanya masih dihormati. Ketemu lagi waktu habis dhuhur sebenarnya aku pengennya beliaunya narik kembali pernyataanya. Tapi karena ketidakbernianku (ato mungkin kebih ke arah males mo memperpanjang masalah) ya sudah di biarin aja. Sebenarnya ada satu lagi kejadian, yang itu … udah lah tak usah diceritakan di sini. Cukup untuk konsumsi pribadi.

Selesai acaranya langsung di ajak pulang ama barenganku yang tadi eh ternyata ada yang kelupaan, foto ama penganten. Soalnya waktu dah sampe rumah ternyata aku tadi di cariin mo diajak foto bareng penganten. Soalnya aku baca dari SMS yang masuk di HP-ku yang parahnya baru ku buka setelah sampe solo :’( hilang deh koleksi fotoku bersama manten.

Sesampai di rumahku langsung tidur dengan lelap hanya selisih beberapa detik dari aku balas SMS-nya soalnya dah gak ingat lagi. Waktu kupikir-pikir ulang kapan ya aku bisa melaksanakannya juga? Tapi jadi ingat tentang pesan orang tuaku. Aku harus melaksanakannya dulu supaya doa restunya secara penuh dapat dicurahkannya untuk diriku ini.

Ya 4JJI ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang-tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Ya 4JJI permudahkanlah dalam setiap urusanku, berikanlah jalan yang lurus, jalan yang Engkau beri nikmat kepadanya, dan bukan jalan orang yang dimurkai dan sesat.

20
Mar

Mencari Belahan Jiwa

Saya tatap wajah yang menunduk itu. dia masih seperti dulu, tampan dan gagak. Kulitnya yang gelap, semakin mempertegas kejantanannya. Tak heran, banyak gadis-gadis yang mengejar cintanya. Berharap agar dia memilih salah satu dari mereka, meski dia tidak bergeming.

 

Dia datang bertamu setelah sekian lama berpisah. Saya sebenarnya juga tidak terlalu berharap bertemu lagi dengannya. Hati saya terlanjur luka dan malah pernah berniat untuk menghapus namanya. Seingat saya, menjadi temannya selama ini lebih banyak menderita dari pada mendapatkan keuntungan. Saya rela jika Allah mentakdirkan kami tidak pernah bertemu lagi. Atau bahkan lupa jika suatu saat nanti berjumpa dengannya.

Tapi kami bertemu juga siang itu. wajahnya redup mengisyaratkan luka, seperti ada masalah berat yang membebaninya. ”Aku dalam proses perceraian,” jawabannya datar seolah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang silih berganti bermunculan di kepala saya. Dia melanjutkan, ”Prosesnya rumit dan berlarut-larut, aku hampir stres”

Kemudian di bercerita kenapa memutuskan untuk menemui saya. Sebab, katanya, saya berbeda dengan kebanyakan temannya, dia yakin kalau saya bisa membantunya. ”Aku benar-benar butuh bantuanmu,” ointanya memelas.

Padahal kata ’berbeda’ itulah yang membangkitkan memori lama tentang dia. Memori menyakitkan yang ingin saya kubur dalam-dalam. Sebab setiap kali mengingatnya, saya merasa kecewa. Pada penghianatannya pada lebohongannya, juga pada pilihan hidupnya.

Kami memang pernah dekat. Dan selama itu dia baik-baik saja. Sampai akhirnya saya mengenal kajian-kajian keislaman, sedangkan dia dekat dengan teman-teman yang ’gak bener’ karena pindahan sekolahnya. Sejak itulah mulai terasa adanya perbedaan. Gaya hidupnya yang cenderung hedonis jelas bertentangan dengan pilihan menjadi ktivis pengajian. Apalagi waktu saya masih sangat muda, sehingga cara-cara saya cenderung lebih eksplosif dan frontal.

Ketidaksetujuan saya kepada pilihannya, saya tampilkan secara terbuka. Pun hanya dengan dirinya, kesinnisannya terhadap pilihan-pilihan saya, dia tampakkan secara nyata. Kami sering berdebat dan bertengkar. Meski tetao saja saya kaget saat dia berbuat seperti ini.

Stiap dua kali saya mencoba memaafkannya toh dia teman dekat. Namun ketika kebohongan dan ketegaan sangat sering terjadi, saya hanya berharap agar kami bisa berpisah saja. Apalagi kesadaran keislaman saya mempertemukan saya dengan banyak teman-teman baru yang, InsyaAllah, jauh lebih baik dan ikhlas. Maka kamipun berpisah.

Dia benar-benar lelah. Pilihan hidupnya menjadi sangat dilematis. Di satu sisi, dia mendapatkan materi yang leimpah dan sangat berkecukupan. Di sisi lain, diapin mengalami banyak kekecewaan dalam hidup. Initnya, dia tidak bahagia!

Demikian pula perkawinannya. Dua kali menikah semuanya kandas di tengah jalan, sedangkan yang ketiga dalam proses perceraian.

Saya memang pernah mengingatkannya agar hati-hati memilih istri. Sebab menikah sebenarnya bukan untuk diri kita, namun juga untuk anak-anak yang kelak akan hadir di tengah-tengah keluarga. Artinya, menikah harus berorientasikan pada keluarga yang lengkap, ayah, ibu dan anak. Malah James O Prochaska dan C. DiClemente, menyimpulkan penelitian mereka, bahwa orientasi suami istri terhadap anak ikut andil menjaga kelanggengan dan keharmoniisan keluarga. Keluarga dengan orientasi yang jelas tentang pendidikan anak-anak menjadi relatif lebih bahagia.

Untuk itu, kita membutuhkan pasangan hidup yang bukan sekedar cinta dan seksi, namun juga shalihah. Perempuan yang memahami peran dan fungsinya sebagai istri dan ibu, serta kemampuan menjalankannya dengan baik. Sebab ibarat benteng, rumah adalah benteng pertahanan aqidah, akhlaq dan nilai-nilai moral. Di tengah kesibukan suami mencari nafkah, mesti ada ibu yang mendampinginya menjaga benteng itu. bukankah Rasulullah sendiri pernah mengingatkan kita agar memilih tempat yang baik untuk menyemai nutfah?

Imam AL Mawardi menyebutkan bahwa memilih ibu yang baik itu adalah hak anak. Kewajiban bagi ayah sebagai kepala keluarga untuk memenuhinya di atas kewajiban material yang ada. Saya pikir, hanya lelaki egois yang memutuskan menikahi perempuan dengan alasan-alasan kepentingannya sendiri.

Karena itulah Rasulullah memahami alasa sahabat Jabir bin Abdillah saat memutuskan menikahi janda dan bukannya seorang gadis seperti yang dianjurkan. Jabir berargumen bahwa dia memiliki adik-adik perempuan yang butuh pendidikan. Dia berharap agar istrinya nanti mampu melakukkan itu. Hal yang ia khawatirkan tidak akan terpenuhi jika menikahi gadis sebaya adik-adik perempuannya.

”Aku ingin kembali ke jalan yang lurus. Karena aku melihat engkau lebih tenang dan bahagia. Sedang tuduhanku bahwa menjadi seorang aktivis pengajian identik dengan kekurangan harta, ternyata tidak terbukti. Aku memang sangat berkecukupan, namun aku yakin engkau tahu, aku tidak bahagia. Aku ingin engkau mencarikan istri shalihah bagiku. Meski tak pantas, aku akan memenuhi syarat-syaratmu”

Saya tertegun mendengarnya. Kata-kata yang ingin saya dengar sembilan tahun yang lalu itu, menjadi kenyataan. Subhanallah! Saya sama sekali tidak pernah menduga akan begini akhirnya, meski saya memang pernah mendoakan kebaikan baginya.

Saya katakan kepadanya, bahwa seorang wanita shalihah tidak melihat ketampananmu, hartamu atau bahkan pangkatmu. Dia hanya butuh keyakinan menikah dengan lelaki yang tepat. Yang bisa membimbingnya menjalani hari-hari dalam pencarian ridho ilahi. Lelaki qowwam yang memiliki ilmu agama memadai dan orientasi tentang anak yang jelas.

Dan saat saya mensyaratkan kepadanya untuk mendalami ilmu-ilmu agama dahulu, bekal terpenting yang justru tidak ia miliki, dia menganggukkan kepala. Ya Allah, semoda tidak berubah pendirian selama ini.

Diambil dari : Majalah Ar-Risalah




Kata Bijak

Sebuah keinginan besar dan cita-cita tinggi, memang tak bisa diperoleh dengan sedikit usaha atau perjuangan setengah-setengah. “Para pemikir di seluruh generasi sudah menyimpulkan, suatu kenikmatan tidak akan bisa dicapai melalui sesuatu yang nikmat juga. Barang siapa yang banyak utamakan Istirahat, maka ia akan didatangi oleh peristirahatannya sendiri. Sebesar kengerian dan kesulitan dalam mencapai sesuatu, sebesar itulah kesenangan dan kelezatan yang dirasakan.”

Statistik

  • 414 Pengunjung

Info Anda

IP

KUNJUNGI


Bersama Menebar Rahmat

Free Domain

Free Web Hosting with Website Builder