Lelaki adalah pemimpin wanita. Ia juga manjadi bapak, teman hidup. Sebaliknya wanita bukanlah sebagai lawan dan musuh. Ini adalah ketetuan yang mutlak. Dengan demikian lelaki tidaklah sama dengan wanita, sebaliknya wanita tidak mungkin dapat mengubah dirinya menjadi laki-laki, meskipun hal itu sangat ia inginkan.
Persamaan dalam beberapa persoalan yang telah ditetapkan Allah pada kedua insan tersebut, jelas tidak dapat dijadikan dasar dan alasan untuk menyamakan duanya. Demikian pula perbedaan yang telah ada bagi keduanya, tidak boleh dijadikan sebagai alasan dan dalil untuk menuduh Allah tidak adil. Lalu menuntut agar perbadaan itu dihilangkan dan persamaan wajib ditegakkan. Sikap seperti ini adalah suatu kezaliman dan kekufuran yang besar terhadap yang Maha Dasyat. Untuk itu, persoalan ini harus jelas dan harus difahami betul oleh kaum muslimin, agar mereka tidak tergolong dalam kelompok orang-orang yang bingung dan terombang-ambing dalam menuntut kebebasan dan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.





Komentar