Hari ini ada pelajaran yang sangat berharga bagiku. Sebuah doa yang ketika mendengarkannya membuatku meneteskan air mata. Ketika berada pada sebuah lampu merah (bangjo) ada seorang yang sudah sangat tua kalo ada kiasan a hampir bisa diibaratkan “tinggal kulit berbalut tulang”. Sungguh sebuah masa tua yang mungkin sebagian besar atau mungkin seluruh manusia di dunia tidak menginginkan kejadian tersebut di masa tua nantinya. Di bawah matahari yang panas pak tua ini membawa gelas plastik kosong yang berharap ada orang yang memasukkan beberapa peser uang logam kalo ada yang memberi kertas itu lebih diharapkan.
Pak tua tersebut mendekat pada angkot di sebelah kanan posisi motorku ada seorang ibu yang mengeluarkan tangannya dengan menggenggam uang kertas pecahan 1000 rupiah. Mungkin karena isyarat tersebut membuat pak tua mendekati bagian belakang jendela angkot. Ibu tersebut memasukkan uang ke dalam gelas yang di bawa pak tua tersebut. Dengan suara lirih pak tua tersebut berkata dengan lirih samar,”Semoga selamat sampai tujuan”.
Sungguh pada saat itu hatiku seperti terpukul sesuatu yang sangat menyesakkan. Tiba-tiba air mata ini keluar tanpa permisi. Cengengkah diriku? Pada saat itu teringat pula akan beberapa aturan/pelajaran yang pernah aku dapati dari beberapa guru. Salah satu yang membuat negara tetap dalam kebaikan adalah doa dari orang miskin (atau apa ya?).
Sungguh jika disuruh jujur aku ingin doa itu, aku ingin doa itu, aku ingin doa itu.





mengapa kau tak memasukkan 1000, 2000, 5000 atau bahkan 100000 ke dalam gelas pak tua tersebut? TERLALU!!!