Anak Kecil Itu ….

Ketika hujan mengguyur di sebelah utara kota bengawan di sore hari. Aku langkahkan kakiku untuk memenuhi kewajibanku juga sebaagai bekal investasi akhir. Dengan payung berukuran sedang kugunakan untuk menahan hembusan angin disertai air yang turun dari langit kulangkahkan kakiku dengan tak lupa mencincing celanaku (biar gak basah bro). Di tengah perjalanan di penggir jalan tampak ada dua orang anak kecil yang sedang berteduh di depan garasi sebuah kantor. Sang kakak seorang perempuan berumur sekitar 9-10 tahun (sekitar umuran anak kelas 4 SD) dan adik lelaki yang berumur sekitar 6 tahunan (sekitar kelas 1 SD).

Anak tersebut tak samperin soalnya kenal. Aku bilang : “dik, mau kemana?” Kakak menjawab : “dari TPA mau pulang kak”. “Rumahnya di mana?”, balasku. “Di situ Malabar Tengah”, balas kakak. Jarak tempat berteduh dengan rumahnya mungkin tidak sampai 200M, dia bawa payung yang berukuran besar (lebih besar dari payung yang ku bawa yah … kalo untuk berdua anak kecil bisa di katakan cukuplah). Kemudian aku bertanya lagi : “Gak pulang?”. Kakak menjawab : “Nunggu hujan reda … “. dalam hati aku berfikir, bukannya ni anak bawa payung yang besar aku pikir mungkin gak berani pulang sendiri. Coba ku tawarkan untuk pulang bareng tak anter sekalian bareng ama aku soalnya rumahnya sejalan dengan arah yang ku tuju. Kakak menolak dengan halus, “Tidak kak terimakasih, pesen ibu kalo hujan berteduh saja”. Aku berkata : “Gak papa bareng kan searah”. Kakak menolak lagi : “Tidak terima kasih kak,kata ibu suruh berteduh saja kalau hujan”. Sungguh jawaban yang membuat aku merasa sangatsalut atas kakak beradik ini. Jawaban yang mungkin bagi sebagian orang merupakan terlalu aneh. Kalo menurutku susah cari orang yang seperti ini.

Taat! Mungkin itulah yang sebenarnya ingin ku nilai dari sosok anak kecil ini. Sangat susah sekarang ini mencari orang yang taat/patuh terutama untuk seorang wanita. Sekarang banyak wanita lebih mementingkan karir daripada urusan yang sebenarnya sudah menjadi urusan wanita. Bahkan ada yang sampai membantah suami yang seharusnya di patuhi hanya karena menginginkan kesamaan derajad antara wanita dan lelaki. Bahwasannya wanita boleh berkarir di luar rumah tidak harus di kekang di dalam rumah. Apakah sulit bagi wanita untuk patuh kepada suami? Kalo soal ini aku kurang tahu ya soalnya diriku kan lelaki tulen.

Ku berdoa semoga 4JJI mengistiqomahkan anak tersebut dalam ketaatannya dan semoga 4JJI memberikan kepadaku seorang pendamping yang taat kepada 4JJI, Rasulullah, dan kepada Suami. Amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: