Back to Masjid, back to Basic

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Mahasiswa Islam heroik memakmurkan kampus dan jalanan. Namun di masjid, mereka seakan orang asing yang tak kenal dan dikenali saudaranya. Eksekutif muda memenuhi relung-relung dunia. Mereka emilih hotel-hotel berbintang atau rumah megah, atau villa mewah sebagai habitat, bahkan saat beribadah atau mengkaji Islam.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Menjamurnya sekian partai-partai Islam tidak menyentuh kehidupannya. Para kader dakwah tersedot sidang-sidang rekayasa sosial politik. Majelis-majelis dzikir dan ilmu kian jauh tertinggalkan. Tersisa hanya beberapa bapak tua yang setia menghitung hidupnya.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Syiar Islam berpndah ke sekretariat-sekretariat, mal-mal, dan cafe-cafe. Masjid seolah sekedar tempat berteduh, tidur, dan mandi para musafir. Ia menjadi kuno dan di biarkan berwajah suram, kuyu dan terlantar.

Masjid-masjid itu telah lama sepi. Laksana tubuh, jantung masyarakat kian kritis. Dan –naudzubillah– gema adzan semakin berangsur sunyi …

Sumber : BKPRMI DEPOK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: