Tinta Ungu

Hari ini masyarakat Jawa Tengah melaksanakan pesta demokasi (pemilu) untuk memilih gubernur dan wakil gubernur dikarenakan gubernur yang menjabat sebelumnya diangkat menjadi menteri dalam negeri atau lebih kerennya dengan nama pilgub. Kalo di tempatku diadakan di pos kamling RT 03 untuk seluruh yang tergabung dalam RW XVII.

Kalo dari hasil yang saya temui dengan beberapa orang yang ada di linkungan sekitar banyak yang tidak tahu kalo hari ini ada coblosan (kurangnya sosialisasi mungkin), banyak juga yang males coz hari minggu mendingan pergi, ada juga yang males karena calonnya gak ada yang bagus, dan lain sebagainya. Setelah melakukkan pencoblosan maka akan mendapatkan tinta ungu pada jari kelingkingnya sebagai tanda bahwa dia sudah mencoblos (agar tidak bisa mencoblos lagi)

Kalo diriku …. juga tidak berangkat karena masalah prinsip. Ada yang mengatakan kepadaku ” Golput adalah cara cara Pengecut yang ” MEMIMPIKAN ” perubahan dan kesejahteraan Rakyat. tetapi tidak mau ikut partisipasi dalam sistem yang saat ini di lakukan…” sebenarnya masalahnya bukan terletak pada nyoblos ato gak nyoblos.

Mungkin ada sedikit cerita, orang masuk surga atau neraka karena seekor lalat Ada 2 orang yang sedang melewati suatu daerah kemudian di hadang oleh suatu kelompok kemudian di berikan 2 pilihan kepada orang tersebut. Yang pertama silahkan memberikan persembahan apa saja kepada sesembahan kami dan diperbolehkan melewati daerah tersebut dan pilihan yang kedua jika tidak mau maka akan di bunuh. Orang yang pertama bingung karena dia tidak membawa apapun yang bisa digunakan sebagai kurban untuk sesembahan kelompok yang menghadangnya tersebut. Akhirnya dia menangkap lalat dan kemudian dijadikan persembahan kepada sesembahan kelompok tersebut dan orang tersebut dbiarkan lewat. Sedangkan orang ke dua lebih baik saya mati dari pada harus memberikan sesembahan kepada berhala tersebut. Akhirnya orang tersebut dibunuh oleh kelompok tersebut. Dari kisah tersebut orang pertama mendapatkan neraka hanya di karenakan seekor lalat sedangkan orang yang ke dua dimasukkan ke dalam surga dikarenakan perbuatannya tersebut. Intinya di sini bukanlah karena lalat orang tersebut masuk neraka atau surga akan tetapi karena hal yang lain.

Begitu pula dengan pemilu, intinya bukan terletak pada nyoblos atau golput tapi lebih dari pada itu. ”Janganlah melakukkan sesuatu yang kamu tidak ada ilmu atasnya, karena mata, pendengaran dan hati akan di mintai pertanggungjawaban”.

Dan ternyata ada setelah ashar, magrib, isya orang-orang yang kutemui di sekitar kebanyakan tidak terdapat celupan tinta ungu di jarinya, aku kurang tahu apakah mereka memiliki alasan yang sama denganku kenapa mereka tidak ikut mencelupkan jari mereka untuk di lumasi tinta ungu. Yang pasti setiap amalan akan bergantung pada niatnya. Dan yang mengetahui niat seseorang hanyalah orang tersebut dan Yang Menciptakan Manusia.

One Response to Tinta Ungu

  1. herry says:

    hidup adalah pilihan my bro,
    kita boleh berpandangan ato bertindak seperti itu karena kita punya ilmu, pemahaman dan pendapat tersendiri. tapi jg jgn salahkn orang lain jika berbeda dr kita, krn mereka mgkn jg punya ilmu dan pemahaman tersendiri pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: