Takkan Kuhalangi Kehendak-Nya

Semilir angin yang menerpa wajah ini, semenjak karunia Allah yang senantiasa tercurah untuknya. Sungguh, Allah selalu memeberiku yang terbaik. Allah selalu lebih tahu apa yang aku perlu daripada diriku sendiri apalagi nafsuku. Nafsu yang sering bertentangan dengan kebenaran. Astaghfirullah …..

Semenjak aku mengikuti KB injeksi (suntik), haidku menjadi semakin tidak menentu. Sering sekali aku mengalami pendarahan, kadang hingga dua minggu. Berhenti empat hari kemudian pendarahan lagi. Hal ini selalu menghiasi untaian hariku dan aku merasa tenang-tenang saja karena bidan bilang itu merupakan efek KB, juga tidak ada rasa sakit sama sekali. Terasa tidak nyaman memang, tetapi keinginanku untuk menjaga jarak kelahiran anak-anakku mengalahkan rasa tidak nyaman itu. Aku tidak ingin jarak diantara mereka begitu dekat sehingga aku terlalu sibuk dan repot. Dan ini dimaklumi suamiku hingga dibiarkan menjalankan keputusanku.

Ketika usia anakku yang terkecil menginjak tiga tahun, aku merasa ada kelainan di tubuhku. Kepalaku sering pusing, mual bahan muntah-muntah. Nafsu makan turun drastis, begitu juga tekanan darah. Tubuh terasa lemas sehingga pekerjaan rumah kadang terbengkalai. Pendarahan yang kualami ini tidak seperti biasa, lebih banyak bahkan sangat banyak. Ya Allah, ada apa denganku? Apa yang kurasakan ini sepertinya sama dengan awal-awal kehamilan (karena aku sudah mengalaminya tiga kali), tetapi mengapa mesti pendarahan? Bukankah setiap orang yang hamil pasti berhenti haid dan tidak mengeluarkan darah? Sudah 3 kali aku hamil dan semuanya tidak pernah pendarahan sama sekali selama masa kehamilan.

Ya Allah, ya Rahman, mungkinkah aku hamil? Padahal aku masih aktif mengikuti program KB. Ataukah aku sakit? Sakit apakah? Kalaupun hamil mengapa pendarahan? Segudang tanya menghantui pikiranku. Ada ketakutan di sela-sela kekhawatiran. Akhirnya kuajak suamiku untuk periksa ke bidan terdekat.

Kaget bukan kepalang ketika ternyata hasil ter urine menyatakan bahwa aku positif hamil, sungguh tak kusangka. Menurut diagnosa bidan, pendarahan yang terjadi pada trisemester pertama kehamilan bisa disebabkan karena posisi janin di luar kandungan. Dan bila benar demikian terpaksa harus di aborsi. Kalaupun tidak, berarti telah terjadi sesuatu di dalam rahim. Dan untuk lebih jelasnya harus periksa ke dokter kandungan dan di USG. Kamipun pulang dengan perasaan tidak karuan.

Entah kenapa air mata begitu deras mengalir. Selaksa rasa bercampur dalam kalbu. Bingung karena kami tidak punya uang untuk ke dokter yang jaraknya 45 km dari rumah kami yang pelosok, dan pasti mahal. Kaget karena kehamilan ini tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Cemas karena kondisi kehamilan yang belum jelas. Dan yang paling utama adalah malu kepada Allah. Sungguh aku sangat malu sekali, karena selama ini kurang yakin kepada-Nya. Astaghfirullah …….. kulimpahkan seluruh resah dalam dekapan suamiku.

Dengan bekal uang hasil penjualan HP kesayanganku, kami berangkat ba’da dzuhur meskipun jam praktek dokter dimulai setengah lima sore. Jarak rumah kami dengan rumah bersalin yang begitu jauh membuat kami berusaha di antrian terdepan agar tidak kemalaman. Sementara anak-anakku kutitipkan di neneknya.

Ternyata, usia kehamilanku sudah memasuki bulan ketiga. Dan alhamdulillah, bukan di luar kandungan. Hanya saja, sebetulnya aku lahir anak kembar akan tetapi yang satu mengalami keguguran, sehingga terjadi pendarahan. Dokter bilang harus istirahat total karena kehamilanku ini rawan keguguran, dan bulan depan harus kontrol lagi. Ketika kutanyakan efek KB terhadap janin (ketika hamil ini aku masih suntik karena kehamilan ini belum kuketahui), ternyata ada. Bila kelak anakku lahir perempuan, kemungkinan besar bisa terkena kanker (atau paling tidak tumor) rahim. Sedangkan bila ternyata laki-laki tidak ada masalah. Begitu dokter menjelaskan.

Dalam kekhawatiran yang mendera, terselip sepotong asa, semoga tidak terjadi hal buruk dalam kehamilan ini. Semoga kelahirannya kelak dipermudah oleh Allah dan …. semoga laki-laki.

Kurenungi mengapa semua ini terjadi. Ya Allah, begitu hebatnya Engkau, sungguh Engkau Kuasa atas segala sesuatu. Tak ada satu pun yang sanggup menghalangi kehendak-Mu ak terasa kristal bening meleleh daris udut mata. Betama lemah dan hinanya aku. Aku jadi semakin yakin saja bahwa rencana-Mu pastilah yang terbaik. Bahwa aku sama sekali tak pantas menghalangi kehendak-Mu. Bahwa setiap nyawa yang erlahir sudah merupakan suratan takdir-Mu. Astaghfirullah …. ampuni seluruh dosaku ya Allah.

Bulan berganti dan hari yang dinantipun tiba. Anakku terlahir dengan selamat, mudah dan lancar alhamdulillah. Ternyata laki-laki. Subhanallah, tak henti kulantunkan syukur kepada Allah. Kutatap dan kuciumi wajah mungil dan tembem itu. Sayangku, kehadiranmu telah membuka mata hati ummi tentara kebesaran Allah. Kian hari jundi (tentara) kecilku kian lucu dan menggemaskan. Memang, mengurus anak sungguh melelahkan. Tetapi anehnya anak juga pelepas lelah. Ketika raga terasa letih, anak bisa menjadi hiburan yang menyenangkan hingga kepenatan terlupa.

Suatu hari suamiku bertanya, ”Kamu nggak KB?” Dengan tegas kujawab,”Nggak!” ”kalau kamu tiba-tiba hamil lagi, gimana?” ”Memang kenapa, bukankah Allah lebih tahu apa yang terbaik buat kita, bukankah Allah tidak akan membebani hamba-Nya yang tak sanggup memikulnya? Lagi pula aku takkan takut repot karena suamiku begitu baik dan pengertian” Tergelak suamiku mendengar pujian dariku untuknya. Memang dia benar-benar pendamping hidup yang sangat memahami kesibukanku dalam mengurus keempat anak-anak kami. Sehingga tak jarang dia ikut membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, bila ada waktu.

Terima kasih ya Allah, semoga senandung syukur senantiasa menghiasi bibir kami dalam setiap kondisi. Agar kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai bersyukur. Amin. Salam sayang untuk keempat buah hatiku : Adib, Salwa, Ayyub, Fatan (Ummu Adib)

Di ambil dari : Majalah Ar-Risalah (Oktober 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: